Tujuan hidup manusia di dunia
Khutbah Jumat
A
Anwar Kumaidi
5 Mei 2026
4 menit baca
2 views
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ ...
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Hadirin sekalian, para muhibbin Allah yang berbahagia. Dzat yang Maha Agung telah menciptakan kita dari segumpal darah yang hina, dari ketiadaan menjadi ada. Ia anugerahkan akal untuk berpikir, hati untuk merasakan, dan anggota tubuh untuk beramal. Kehidupan dunia ini terbentang di hadapan kita, bagai sebuah panggung sandiwara yang penuh warna, terkadang disinari mentari kebahagiaan, terkadang dibayangi awan duka. Namun, pernahkah kita merenung, adakah tujuan di balik semua ini? Apa sebenarnya arti dari kehadiran kita di alam fana ini?
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Kita semua, tanpa kecuali, adalah musafir di alam dunia. Jarak yang harus ditempuh begitu panjang, membentang dari alam ruh hingga menuju alam keabadian, alam akhirat. Allah Subhanallahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an yang mulia: “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56). Inilah tujuan hakiki penciptaan kita, Saudaraku. Bukan untuk bersenang-senang tanpa arah, bukan untuk menumpuk harta benda yang kelak akan ditinggalkan, bukan pula untuk meraih popularitas sesaat yang akan sirna ditelan zaman. Tujuan utama kita diciptakan adalah beribadah kepada Allah.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Ibadah itu tidak hanya sebatas ritual shalat, puasa, zakat, dan haji. Ibadah adalah manifestasi ketaatan kita kepada Allah dalam setiap hembusan nafas. Mulai dari mengucap 'Bismillah' sebelum makan, hingga mengagungkan nama-Nya dalam kesendirian di malam hari. Setiap kebaikan, setiap ucapan yang baik, setiap usaha mencari rezeki yang halal, setiap tutur kata yang menebar kasih, semuanya adalah bentuk ibadah jika diniatkan karena Allah. Allah Ta'ala berfirman: "Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam." (QS. Al-An'am: 162). Mari kita renungkan, seberapa sering hati kita bergumam, "Ya Allah, ini karena-Mu, ini untuk-Mu."
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Betapa seringnya kita terlena oleh gemerlap dunia. Kita sibuk mengejar impian yang semu, terbuai oleh pujian manusia yang fana. Kita lupa bahwa setiap detik yang berlalu adalah satu langkah mendekati kematian. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits yang sangat menyentuh: "Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, kesehatanmu sebelum sakitmu, kekayaanmu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu." (HR. Bukhari). Renungkanlah, Saudaraku. Kapankah kita benar-benar memanfaatkan waktu kita untuk hal yang akan membawa manfaat di akhirat kelak?
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Dunia ini adalah ladang amal. Setiap perbuatan, sekecil apapun, akan ada balasannya. Neraka itu sudah pasti panasnya, azabnya pedih. Jika kita tidak berhati-hati, jangan sampai kita menjadi salah satu penghuninya yang menyesal tiada akhir. Allah mengingatkan kita dalam firman-Nya: "Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apapun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya." (QS. Az-Zalzalah: 8). Namun, di sisi lain, surga Allah terbentang luas bagi mereka yang beriman dan beramal shalih. Bayangkanlah keindahan surga yang dijanjikan. Sungai-sungai mengalir di bawahnya, istana-istana megah, kenikmatan yang tak pernah terbayangkan oleh mata manusia. Ini adalah tujuan kita, sebuah kehidupan yang abadi dan penuh kebahagiaan, jika kita mau bersusah payah di dunia ini.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Jangan biarkan syaitan mencuri waktu berharga kita. Bangunlah jiwa yang rindu pada Tuhannya. Bersihkan hati dari segala dosa dan maksiat. Jangan malu untuk menangis di hadapan Allah, memohon ampunan atas segala khilaf. Air mata taubat lebih berharga dari permata dunia. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. Teruslah berusaha memperbaiki diri, memperbaiki hubungan dengan Allah, dan memperbaiki hubungan dengan sesama. Yakinlah, setiap tetes keringat perjuanganmu di jalan Allah tidak akan sia-sia.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Tujuan hidup kita di dunia sungguh mulia. Hanya untuk menyembah Allah, dengan penuh cinta, harap, dan takut. Mari kita buktikan cinta kita pada-Nya dengan ketaatan, bukan sekadar pengakuan lisan. Mari kita bangun semangat untuk meraih rahmat-Nya dan menghindari murka-Nya. Perjalanan kita masih panjang, namun jangan sampai kita kehabisan bekal. Jadikan setiap nafas sebagai bukti pengabdian, jadikan setiap langkah sebagai tanda kerinduan pada Sang Pencipta.
Bَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.